Mari kita lanjutkan acara kebut2an.
Untuk melengkapi persyaratan aplikasi beasiswa Depkominfo, saya harus melakukan tes TOEFL dan TPA. Tes TOEFL cukup yang berjenis ITP (Institutional Test Program), alias yang dilakukan oleh institusi lokal dan biasanya hanya berlaku lokal juga. Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, saya sudah daftar TOEFL di UPT Bahasa ITB.
Pada hari yang ditentukan, sekitar akhir Februari, saya menjalani test TOEFL tersebut. Benar2 tanpa persiapan, karena entah kenapa, malam sebelumnya saya malaaaaaas banget belajar. Jangan ditiru ya
. Dan jangan dikira perjalanan kali ini bebas kebut2an loh.. Saya berangkat rada mepet dari kantor, dan berakibat pensil 2B saya ketinggalan! Ampun Nyaaahh!!!!!
Baca selengkapnya…
Popularitas: 1%
Perjalanan saya menuju beasiswa Depkominfo ini nggak terlalu panjang. Tapi sumpah, penuh liku yang bikin jantung deg2an. Semua serba mendadak dan mepet. Lho, memangnya saya nggak siap2 dari jauh2 hari? Jawabnya tentu saja: nggak
.
(Kids, don’t try this at home. Pengalaman saya yang ini bukan untuk ditiru. Bagaimanapun, persiapan yang matang sejak jauh2 hari selalu lebih baik.)
Sebenarnya saya senang sekolah. Bukan berarti nggak senang kerja. Tapi yang jelas, saya nggak seperti sebagian teman2 yang sekolah ke jenjang postgraduate karena terpaksa. Awal tahun 2008 saya sempat kepikiran untuk sekolah lagi, lalu browsing berbagai situs beasiswa. Sayangnya niat itu kepentok alasan khas ibu2: nanti Naila gimana?
Baca selengkapnya…
Popularitas: 1%
Beberapa hari yang lalu, 21 April 2009, diadakan sebuah acara memperingati Hari Kartini di kantor saya. Walaupun terutama diikuti oleh ibu2, seperti layaknya acara sejenis di tempat lain, peringatan Hari Kartini kali ini cukup menginspirasi saya.
Pagi2 saya sudah mendapat kejutan. Tepatnya bukan cuma saya, tapi seluruh karyawan tetap berjenis kelamin perempuan. Sebuah bingkisan menunggu dengan manis di meja saya. Ternyata isinya buku Quantum Ikhlas karya Erbe Sentanu, hadiah dari Direktur SDM dan Umum yang kebetulan juga seorang perempuan.
Rangkaian acara kemudian diawali dengan kunjungan ke sebuah sekolah dasar di sebelah kantor, yang kebetulan juga merupakan binaan perusahaan. Di sana kami membuat semacam acara kuis kecil2an yang berhadiah alat tulis. Di tiap kelas, acara dipandu oleh seorang istri direktur atau senior leaders dan seorang karyawati. Saya kebagian mendampingi istri Direktur Operasi untuk masuk ke kelas empat.
Lomba yang diadakan hanya satu, yaitu lomba menulis tentang “Makna Hari Kartini di Mata Pria”. Serunya tentu karena embel2 “di mata pria” itu, dan pesertanya hanya para laki2: karyawan dan suami karyawati. Sayangnya pesertanya nggak terlalu banyak. Entah karena kesibukan, atau mungkin karena memang kebiasaan menulis belum terlalu membudaya di kalangan (calon) pesertanya.
Baca selengkapnya…
Popularitas: 2%
Alhamdulillah. Singkatnya, tulisan liburan akhir tahun di Sumatera Barat dimuat di koran Seputar Indonesia edisi nasional hari Sabtu, 14 Februari 2009 lalu. Terima kasih Sindo!
Kata Naila, “Kok aku bisa masuk koran?”
Popularitas: 3%