celoteh

asisten, aset berharga

Tugas dari Jeng Febri “Bibip” untuk berbagi kisah tentang asisten rumah tangga.

Rasanya sulit ya, membayangkan sebuah rumahtangga di Indonesia tanpa asisten. Bukan berarti nggak ada, tapi bisa dibilang jarang, terutama di kota2 besar.

Mencari alasan yang generic untuk perlunya asisten rumah tangga ini akan menjadi perdebatan panjang. Yang sinis tentu akan mengatakan, itu semata hanya karena manja. Mengingat toh sekarang sudah banyak peralatan rumah tangga (home appliances) yang mempermudah keluarga (ingat, bukan cuma ibu ;) ) dalam pekerjaan sehari2.
Lalu ada yang lebih sinis lagi, itu karena kebiasaan feodalisme yang dipupuk terutama pada masa penjajahan dulu. Kita masih punya kebutuhan untuk “berkuasa” atas orang lain.

Terserahlah. Gue pribadi berpendapat, memiliki asisten rumah tangga atau nggak, adalah sebuah pilihan yang bebas ditentukan oleh setiap keluarga. Toh gue sudah merasakan berada dalam kedua kondisi itu.

Waktu gue dan adik masih kecil, orang tua punya dua asisten. Kemudian sempat bertahun2 nggak punya. Baru setelah Mama semakin sibuk di kantor dan Eyang (ibunya Mama) semakin tua, kami kembali punya. Tugas utama mereka mulanya hanya membersihkan rumah dan mencuci piring. Tetapi setelah Eyang terserang stroke ringan, tugas ditambah dengan merawat Eyang.

Kebetulan gue lama nggak tinggal di rumah, sehingga cukup lama gue nggak mengikuti perkembangan perputaran asisten rumah tangga. Yang gue ingat, saat gue kembali ke Indonesia bulan Desember 2000, asisten di rumah sudah Bi Eti. Dia mulai bekerja di rumah sejak Eyang masih ada, kira2 awal tahun 2000 mungkin.


Bi Eti dan Keluarganya

Bi Eti ini seumuran gue. Orangnya hitam manis, sudah menikah dengan satu anak laki2 ketika mulai bekerja di rumah. Yang paling mengesankan gue, orangnya cerdas dan cepat belajar, tutur katanya sopan, dan masakannya enak. Kecerdasannya itu membuat kami percaya dia nggak akan mengijinkan tamu yang kira2 nggak diinginkan untuk masuk ke dalam rumah misalnya. Maklum, daerah kompleks rumah ortu gue bisa dibilang kurang aman. Dan inilah salah satu alasan utama untuk memiliki asisten rumah tangga: agar rumah nggak pernah kosong.

Karena sudah berkeluarga itu, dia nggak menginap di rumah. Dari tempat tinggalnya di daerah Dago atas, nggak jauh dari Resort Dago, perjalanan ke rumah dengan angkot hanya memakan waktu sekitar setengah jam. Kami memberinya ekstra uang transportasi, dan nggak keberatan dengan jam kerjanya itu. Toh rumah nggak pernah kosong di malam hari, juga hari Minggu di mana Bi Eti libur, dan kami masih bisa menangani semua pekerjaan di saat2 itu.

Awal tahun 2002 Bi Eti hamil lagi, dan setelah kehamilannya menginjak 8 bulan, dia tentunya masuk masa cuti. Nggak tanggung2, cutinya setahun penuh. Inginnya sih, kami lebih manusiawi daripada peraturan ketenagakerjaan republik ini yang hanya memberi waktu 3 bulan dan tentunya menyulitkan pemberian ASI eksklusif :P .

Selama cuti, Bi Eti sudah mempersiapkan pengganti yaitu kakaknya sendiri, Bi Yayan. Tidak seterampil adiknya, Bi Yayan yang sudah beranak dua ini ternyata hamil lagi setelah bekerja 3 bulan di rumah. Karena masa kehamilannya kurang menyenangkan, Bi Yayan langsung digantikan oleh ibunya. Untung, Bibi Ibu (begitu kami memanggilnya) nggak hamil juga :D .

Akhir tahun 2003 Bi Eti kembali bekerja. Uh, how we missed her cooking :) . Maklum, Mama waktu itu sudah memegang jabatan tertentu di kantornya, sehingga semakin jarang memasak sendiri di rumah.

Naila dan Bibi2nya

Setelah Naila lahir bulan Februari 2004, gue yang masih tinggal di rumah orang tua ini berencana menambah satu asisten lagi. Rencananya, Bi Eti yang mengurus Naila, dan yang satu lagi untuk pekerjaan rumah tangga. Akhirnya disepakati, Bibi Ibu kembali bekerja di rumah.

Alhamdulillah, keputusan ini agaknya nggak salah. Sejauh ini keduanya akur2 saja. Ya iyalah, anak sama emak gituloh! :P Ini meminimalisasi kemungkinan ribut kalau di rumah ada lebih dari satu asisten.

Bi Eti juga sayang sekali pada Naila, dan sebaliknya. Bibi Ibu, walaupun lebih jarang kontak, juga begitu. Gue dan Abang berusaha menekankan pada Naila, bahwa Bibi juga manusia. Nggak boleh diperlakukan seenaknya, dibentak atau bicara kasar, apalagi dipukul. Nggak boleh memanggil langsung namanya, dan harus dipanggil dengan sapaan “Bibi” yang berarti Tante dalam bahasa Sunda (dan Bibinya selalu memanggil “Neng” pada Naila, tanpa kami minta). Harus diberi kesempatan makan, shalat dan istirahat.

Untuk gue, dan juga Mama yang sampai hari ini masih bekerja di luar rumah, asisten seperti Bi Eti dan Bibi Ibu adalah aset berharga. Hubungan kami dengan para asisten -setidaknya menurut gue- nggak lagi mencerminkan feodalisme. Asisten adalah karyawan di rumah, seperti gue adalah karyawan di kantor. Asisten bukan lagi abdi yang dengan sukarela ngéngér di rumah bangsawan walau dibayar sangat kecil.

Pengalaman Kurang Enak

Pengalaman buruk dengan asisten tentu ada. Ada yang baru sehari sudah minta dipulangkan ke kampungnya yang nggak tanggung2, di dekat Waduk Cirata sana, minta diantar pula!. Ada pula yang meloak koleksi kaset2 kesayangan gue & adek. Padahal untuk kami pun, yang saat itu masih di sekolah menengah, harga kaset sama sekali nggak murah! Yang gue ingat, Guns n’ Roses “Appetite for Destruction”, Metallica “Black Album”, Nirvana “Nevermind”, semua melayang :( .

Yang terakhir adalah pengalaman bersama supir. Waktu hamil Naila, gue mempekerjakan supir untuk antar-jemput, setelah masuk masa menyusui, juga di waktu istirahat siang.

Semua berjalan lancar sampai pada suatu hari dia bilang ingin memperpanjang SIM. Gue dan Papa menganggap itu toh modal kerja, jadi kami memberi subsidi. Tapi kemudian beberapa hari ia menghilang. Ketika akhirnya muncul lagi, ia mengaku bahwa uangnya terpakai untuk hal lain. Ya sudah, cukup sekian riwayat pekerjaannya bersama kami :P .

Salah satu bagian dari tugas ini adalah, untuk melempar kembali “tugas bercerita”. Gue lempar ke Jeng Lita ya!

Popularitas: 4%

  1. Gravatar

    Aku mah gak nolak kalo ada asisten..hehe..cuma kalo punya di sini, mahal yak… :mrgreen: Walo tugasnya mah cuma satu deh, nyetrika :lol:

  2. Gravatar

    Adaw… nimpuknya jangan keras-keras, mbak :mrgreen:
    Asisten? Sik.. sik… yang mana ya? hehehe… Sip dah, tunggu aja ya :smile:

  3. Gravatar

    Gw juga duluh pas es-empe penggemar nirvana & GN’R, so ngenes yakk kalo ampe ilang kaset2nya.
    Oyagg, ente beruntung yah, Yan punya 2 assisten, gw boro2 atu aja gak ada, klok di indo sih adag :smile:

  4. Gravatar

    Duh enaknya punya assisten :grin:

  5. Gravatar

    Enak bener..punya asisten. Secara aku punya sodara cewek ada 2, jadi langsung diberdayakan secara “baik dan benar” oleh my mom. Dan kebetulan my mom ibu rumah tangga, jadi klop deh…gak pernah ngerasain yang namanya punya asisten..
    Tapi mungkin bentar lagi…soalnya mau punya baby :doh:

  6. Gravatar

    hi, aku cuma punya BS (2 bow, mampus ngga tuh bayarnya), jadi ngga ada asisten kaya’ gitu deh, tapi ya maulah mereka kerja2x rumah nyapu2x doank siy, akhirnya yah…gue belajar masak!!!!! duh, ngga gue banget deh mbak masak??? hehehehhe

  7. Gravatar

    Temen gw ada yg ankanya dilecehkan sama susternya tuh. Serem banget deh critanya, sampe si anak jijik dna trauma. :(

    So, menurut gw cari asisten itu harus bener2 coz taruhannya anak kita. Lebih baik lagi klo gak dilepas 100% tapi diawasin, bisa minta pertolongan ortu, tetangga or siapa saja yg dekat.

  8. Gravatar

    Wah….enak ya punya asisten kayak Bi Eti :)

  9. Gravatar

    interesting….:) paling geli pas ..untung bibi ibu ngga hamil jg hehe

  10. Gravatar

    alhamdulillah, selama ini asisten ku juga baek-baek aja, brentinya karena kami mo merantau, skg malah ikut tante, dan kalo kami balik lagi mau ikut aku lagi,…..apa ndak enak?
    btw, bisa tahu email yanti , kalo boleh sih

  11. Gravatar

    balakutak itu adalah….sodaranya cumi, tapi hideung…
    sepia gitu yah kalo di pelajaran biologi mah..

    percaya atau tidak, di Itali ada menu risotto balakutak [namanya bukan balakutak siih..]. Nasinya item.

  12. Gravatar

    Nyari asisten emang gampang gampang susah, gampang kalo dapet yang cocok, nyusahin kl yg sehari minta balik..

    tapi gimana lagi, butuuh sich .. hihihi

    emang ga suka Fort Minor yah?

  13. Gravatar

    enaknya punya asisten yg ngerti n tanggap deh yan, ga kaya asisten dirumah kalo ga di”gong” dulu ga akan jalan :mad: hehehe….

    metallica black?! klo kasetku ini malahan rusaknya ma adekku, dah gitu pake acara diumpetin pula! :cry:

  14. Gravatar

    alhamdulillah asisten de awet aja dirumah dari Rafa umur setahun ampe skrg. Walaupun ada kejadian2 yg bikin pegel hati….tapi namanya kita butuh yah disabar-sabarin aja. skrg nyari orang yg jujur dan bisa dipercaya itu gak gampang kan?

  15. Gravatar

    Bagi kami sekeluarga asisten adalah penting karena sangat membantu dalam semua kegiatan. Awalnya kami punya asisten yang nginep, baek dan cocok deh, tapi ternyata setelah 7 bulan dia sakit so pulang deh hiks hiks. Setelah itu mulai deh bergonta-ganti dan kami pilih yang pulang pergi aza dan minggu libur dengan alasan privacy dan kepengen ngurus full Daffa walapun hanya malam dan Sabtu Minggu hihihi, alhamdullilah bibi yang sekarang cocok dan lama, dan nggak hobby nonton tv jadi Daffa jarang nonton tv juga deh :D

  16. Gravatar

    seruuu…eta cerita asisten..jadi senyum2 sendiri..bi eti,,bibi ibu..bibip..etc..memang dia pahlawan tanpa tanda jasa…eiit..emang guru..hi..hi…alo..naila…kriwilnya dah panjang dong….sun sayang yaaa

  17. Gravatar

    kira2 kalo gw kerja di rumah mbak, bakal hamil lg ngga ya :think:
    asisten itu emang berharga bgt….soale nyarinya susah apalagi ngedidiknya. kalo udah dpt yg pas dan ok, tambah susah lg bikin betahnya hehehhe :mrgreen:

  18. Gravatar

    Sbenarnya aku juga dilempar Bibip nih, tp beeeon sempet juga nulis. :grin:
    Suatu hari pengen juga ga menggantungkan pekerjaan mengurus rumah ke asisten. Toh, waktu kecil aku juga ga pake asisten loh… sangat bermanfaat melatih tanggung jawab aku dan kakak2ku. Tapi kapan ya aku bisa kek gitu, di jakarta ini? :siul:

  19. Gravatar

    asisten masih kebutuhan vital nih bagiku hihihi sevital kalo ga ada listrik cuba kalu listrik mati waah home appliances selengkap apapun kagak ada artinya :razz:

    entah kalu nanti anak udah gede… dah bisa mandiri dan diajak kerja sama mengurus pekerjaan rumah *kalu yg ini harus …*

    yan aku tuh pernah punya asisten yg pinter menari jadi kadang dia izin sabtu minggu latihan nari di klubnya buat manggung di TMII… wehehe gaya deh sayang cuma ikut setaon setelah itu dipaksa merid ama ortunya.

  20. Gravatar

    wah, asisten gw alias si mbak yg jaga kayla, lagi mudik. moga” beneran balik hari minggu nanti :sad: meski kadang suka jealous, secara gw adalah the original mom (tsah bahasanya!), tapi suer gw perlu banget si asisten ini.. :cry:

    untung msh ada 1 di rmh yang bertugas bersih” dan masak..
    cuba yak, orang indo, manjaa pisaaan…. :razz:

  21. Gravatar

    maren udah ninggalin jejak kok ga masuk2 ya :sad:
    kalo dapet asisten yg howkeh gitu seneng bener Yan, palagi kalo anak ditungguin nenek kakeknya :oops: pan kita tenang ninggalinnya ya eh nitipnya ding :grin:

  22. Gravatar

    Asisten oh asisten yak TEh.. tapi emang neh asisten seringkali menjadi problema ibu-ibu bekerja…

  23. Gravatar

    setrika? gw mah jagonya! tapi ga mau jadi asisten ah! takutnya gajinya ngga cukup! hahaha :-)

  24. Gravatar

    Yan, gw mau sih punya assisten disini tp org Indo :roll: Kalo nggak malah bikin gue tambah repot aja perasaan.. kebiasaan & culture yang beda bisa bikin tidur gue gak nyaman ntar kekeke..

    Ditambah lagi serba salah kalo org sini. Maunya dianggap saudara jd diperlakukan spt angg. keluarga. Gpp sih.. tp kan bete juga kalo belum mulai kerja dah nyantai2 duluan, kucluk2 dateng trus dah bikin & minum teh aja (pengalaman beberp org seeh..) hehehe… pemanasan kali yee :razz:

  25. Gravatar

    Kalau di Indo, aku rasa memang assisten diperlukan ya … mengingat satu dan lain hal … seperti yang telah disebutkan. Aku pengen sih, tapi mana ku-ku, yang ada semua dikerjakan sendiri sambil membayang2kan ada assisten saja *ngelindur*

  26. Gravatar

    duuuh jadi inget si mbak dirumah. bukan apa2…dia jago banget bikin plecing kangkung…huaaa.

  27. Gravatar

    aku dah 3bln ini gak ada asisten, susah jg hari gene dpt asisten yg loyal, kitanya dah gak krg2nya ngasih kebutuhan lahir batin but ada aja yg gak puas.. :sad: , apalagi klo’ dah punya anak gini, biarpun gak ada asisten but aku bersyukur msh ada mama mertua yg mo jagain anakku… :kiss:

  28. Gravatar

    Yan banyak yang bilang klu gak punya asisten, kita cape badan. Tapi klu punya asisten cape hate :D Mnrtku mah klu emang segalanya memungkinkan, mending punya asisten, syukur2 punya asisten kayak Bi Eti, Insya Allah gak bikin cape hate nya. Waktu luang yang ada mending dipake buat maen bareng anak.Dengan punya asisten kita sembari nolong orang juga. Saling melengkapi gitu deh. Disatu sisi kita pun harus siap seandainya suatu saat kita gak punya asisten, meh teu nangis bombay teuing mun asisten gak ada :D
    Dari saya yang belum pernah punya asisten “bernyawa” semenjak berumah tangga :mrgreen:

  29. Gravatar

    kebanyakan temen yg nikah dgn org luar negeri pasti kaget waktu nyampe di negara suami, soalnya dr yg punya pembantu, skrg hrs bisa ngerjain semua sendiri. duh, emang pembantu itu bener2 kelebihan ya mbak. maka bersyukurlah punya pembantu, bener2 unsur penting di keluarga

  30. Gravatar

    setuju ama loe kalo asisten tuh aset berharga, sepintas emang kalo diliat kita jadi dimanjakan dengan keberadaan asisten, tapi kalo emang itu membantu aktifitas kita gpp kan …
    Gw juga bersyukur punya asisten loyal yg ngebantuin ngurus anak2 ..

  31. Gravatar

    wah, kalu crita ttg asisten bisa gag ada abisnya.. enak kalu loe dapet asisten dari orang yang terpercaya, lah kalu gw cuma ngandelin dari satu yys ke yys lain, banyak sebelnya..dweh.. :doh:

    Untungnya bwat pengasuh anak sih gag susah carinya, begitu dapet yang setia, dijagain, disayang-sayang terus biar gag pergi he..he..

  32. Gravatar

    duh, itu kaset yang “dipindahtangankan” kok malah yang ok2 yha? hihihi..kreatip banged ya mba asistennya :mrgreen:

  33. Gravatar

    Enaknya yang punya asisten bisa bertahan lama.
    Alhamdulillah sih, asisten yang ngejagain Lily dan Kayla udah 5 tahun bareng kami.
    Kl dulu waktu masih bareng ortu, asisten dirumah paling lama 5 tahun :(

  34. Gravatar

    asisten oh asisten xixixi….
    jadi inget waktu cari asisten utk kei secara asisten di keluarga gw tuh dah puluhan taon semua, jadi seleksi buat asistennya kei seru banged dan alhamdulillah ampe sekarang awet…mudah2an ngga macem2:)

  35. Gravatar

    sekarang saya lg jadi single parent dgn 1 anak (utk waktu 2 minggu), cukup repot juga deh, padahal baru jalan 2 hari. nggak punya asisten lagi… jadi kerasa gimana enaknya punya asisten itu…

  36. Gravatar

    Mbaaakkkkk………. saya pengeeeeeeeen banget hamil…apa saya kerja aja gitu di mbak yanti ? :wink:

  37. Gravatar

    Masih trauma sama asisten bitchy genit abis sueeeee… :mad:

  38. Gravatar

    Thanks for coming by. Lam kenal juga. Asisten ? Wah pengen banget punya. Capek soale ngurusin 2 batita sendirian but, it’s very expensive here :sad:

  39. Gravatar

    Kalau saya mah nanti pulang teh pengen nyari yang bisa ngistrika wehhhh….sumpah ai menyerah kalo ngistrika…. :sad: :sad:

  40. Gravatar

    daku pengen banget punya asisten, tapi ibuku (kayaknya) nggak mauuu..smtr daku masih tinggal ama ibuku…hikkkss…, kalau bicara soal asisten…selalluuuu aja bikin hatiku nggak enak.., serba salah kayaknya..hikss..

  41. Gravatar

    asisten memang banyak ragamnya. nyari yang terpercaya (dan mengetahuinya sejak pandangan pertama), memang susah. tapi sekalinya dapet, bener-bener hidup jadi kerasa ringan. tapi pernah juga sih dapet asisten yang nggak asyik. udah dikeluarin tapi tetep aja dateng-dateng lagi. hihhhhh….ngeri. :doh:

  42. Gravatar

    Jadi inget kemarin di kantor, bos kaget karena tau gue punya 2 asisten, disangkanya orang kaya banget, karena di sini asisten RT muuaahhhaalll… banget hehehe…. Senangnya di Indo, apa-apa masih murah, termasuk asisten :smile:

  43. Gravatar

    Asisten… oh asisten… I need u! :)
    Gak bisa… klow tanpa asisten. Huhuhuhuh :(

  44. Gravatar

    heppy wekend. asisten………….

  45. Gravatar

    wah gua aja tergoda punya asisten Tan meski belum punya anak dan di sini jarang org punya pembantu, abis berdua kita kerja jauh dari rumah, pulang harus habis energi lagi beberes .. cuma tetep aja nggak kuat bayar asistennya :) Tapi kalo punya anak kayaknya gua bakal consider juga meski cuma 2x seminggu gitu, biar kerjaan lebih efisien. Susahnya jaman sekarang emang nyari pembantu yang bisa dipercaya yah.

  46. Gravatar

    asisten? pernah jadi asisten dosen. pernah ngasisteni orang sakit. tapi ya ndak dibayar euy ;p tapi kalo nyuruh nyetrika mah tobat dah, mendingan nyuci dua puluh kali lipat (pake mesin cuci) daripada nyetrika mah hehe.. emailnya belum nyampe tuh.

  47. Gravatar

    dari sejak syifa umur 5 bulan, diriku udah pake asisten sampe bulan mei kmrn (syifa 2 thn 9 bln). stlh itu, asistenku dipanggil plg ke jawa utk dinikahkan sama ortunya.. hiks..
    hehe.. ikut seneng sihh, tapi sedih juga krn dia udah deket bgt sama syifa dan kita sekeluarga.
    nahh sejak mei ampe skrg, blom nemu gantinya dehh..
    awalnya ketar-ketir kuatir ga ke handle segalanya tanpa asisten, tapi alhamdulillah, Allah mah adil ya.. ga ada asisten, tantenya Syifa siap membantu di rumah kita! hehe.. jadi mo titip nihh kalo ada yg punya stok byk asisten.. sok atuh kasiin ke saya 1 ajah! :razz:

  48. Gravatar

    :devil: asisten ? setujuuuuuuuuuuuuu :devil: :devil: :devil:
    hihihihihihihi

  49. Gravatar

    walaupun ngga punya asisten… sayah ngga nolak kalo dikasih satu… buat bersih2 rumah niiiih… hidup bibi2 sedunia!

  50. Gravatar

    Nyokap gw dulu sampe punya 4 asisten Yan..wakakakakak..bukannya apa2x beliau tuh kalo ada org nyari kerja ya di terima, tp kalo sampe 4 org kan gile aje..kekekekekk..

  51. Gravatar

    sebagai lulusan Hogwart school dan mantan prefek kayaknya asisten gue cukup tongkat sihir gue sajjaahh…. :mrgreen:

  52. Gravatar

    saya pribadi saat ini sangat butuh pembantu, secara istri saya kerja dan sekarang saya punya baby.

  53. Gravatar

    waduh…keknya ini deh yg baru terlintas dipikiranku semalem…. coba punya asisten :lol: coba ada Bik Siti sama Bik Jumik :lol: ehh…baru berkhayal dah kena timpuk sama suami :mrgreen:

  54. Gravatar

    […] Kali ini tugas bercerita tentang asisten, yang dioper oleh mbak Yanti. Maaf ya, mbak, lama buanget baru disetor nih […]

  55. Gravatar

    gw penggemar nirvana bgt!!sayang bgt klo ilang koleksi nirvananya…hiks lo suka nirvana ja g seh?

  56. Gravatar

    Goodday
    awesome post - i’m creating video about it and i will post it to youtube !
    if you wana to help or just need a link send me email !

  57. Gravatar

    hm. hope to see same more info. Can we speake about it?

  58. Gravatar

    Well, straight masterpiece !))))

  59. Gravatar

    может у кого нить есть ещё информация по этому поводу??

Berikan komentar

: Baris dan paragraf muncul secara otomatis.
Alamat e-mail Anda tidak akan ditampilkan, tetapi harus diisi.
HTML yang diijinkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>

Belum memiliki Gravatar? Dapatkan Gravatar Anda sekarang!
:
Nama dan alamat e-mail harus diisi
:
:
:confused: :mrgreen: :devil: :shock: :sleep: :smile: :think: :???: :cool: :grin: :kiss: :nerd: :oops: :razz: :roll: :siul: :wink: :cry: :doh: :lol: :mad: :sad:

 

Google
 

baca dulu
cari dalam celoteh
acak di gelar gambar
kilas
panjat pinang harus dilarang
21.08.2008

karena tidak sesuai dengan semangat “go green”, kata Pak Puji.

kecuali, tentunya, untuk setiap pinang yang ditebang, langsung ditanam bibit pohon baru :)

Popularitas: 4%

ngumpulin resensi
23.08.2007

di resensi rame2. ada yang mau gabung?

Popularitas: 4%

mantan jomblo
23.08.2007

banyak deh, keluhan2 suami (dan istri sebetulnya), tentang hal2 yang ga terbayangkan sewaktu masih jomblo dulu.
dirangkum dengan so sweet dan menghibur oleh Cak Moki.

Popularitas: 4%

sponsor
Text Link Ads
Your Ad Here
sindikasi

RSS 2.0 untuk celoteh RSS untuk celoteh
RSS 2.0 untuk komentar RSS untuk komentar

afiliasi
kenangan lawas
kategori
aktualita (RSS) (27)
buku (RSS) (9)
fesyen (RSS) (9)
film (RSS) (6)
ilham (RSS) (49)
karya (RSS) (9)
keseharian (RSS) (82)
kisah kecil (RSS) (84)
kuliner (RSS) (11)
life without highheels (RSS) (6)
musik (RSS) (11)
perjalanan (RSS) (6)
pribadi (RSS) (23)
resensi (RSS) (16)
celoteh terakhir
komentar terakhir
lia: saya sudah terlambat
payday loans: www.jalankenangan.ne
payday loans: www.jalankenangan.ne
payday loans: www.jalankenangan.ne
payday loans: www.jalankenangan.ne
celoteh terpopuler

 

JANGAN ASAL COPY PASTE..